Segelintir Kehidupan Pejuang Pangan

Total Tayangan Halaman

Minggu, 14 Agustus 2016

Masa SMA-ku yang terjajah dengan indah

ALMAMATER TRISMA

Oke, kali ini memang bukan perjalananku selama menjadi pejuang pangan, tapi kisah kali ini mungkin memiliki andil hingga aku bisa menjadi bagian dari seorang pejuang pangan. Ya.. ini adalah sekelumit jalan hidup sewaktu aku SMA dulu. 7 tahun yang lalu setelah aku lulus dari SMPN 1 Denpasar, aku melanjutkan bersekolah di SMAN 3 Denpasar. Menjadi bagian dari Trisma (sebutan sekolahku) mungkin adalah suatu jalan yang indah yang mengantarkanku hingga ke titik saat ini.

 Setelah masuk menjadi siswa melalui TPA (Tes Potensi Akademik) saat itu, ternyata ujian belum juga berakhir, saat itu tiba-tiba ada tes yang dinamakan tes 'OPTIMASI'. Optimasi sendiri merupakan salah satu program unggulan SMAku, yaitu proses karantina beberapa orang siswa untuk beberapa mata pelajaran tertentu. Sesuai namanya diharapkan siswa terkarantina ini mengoptimalkan waktu belajarnya untuk mata pelajaran terkait. Saat itu terdapat beberapa kelompok Optimasi yaitu: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Kebumian, Ekonomi dan Komputer. Yap kaian tahu lah ini arahnya ke mana...

Singkat cerita beberapa hari setelah tes, namaku dan beberapa teman lainnya di kelas di panggil untuk bertemu kepala sekolah. Ternyata itu adalah siswa-siswa terpilih untuk karantina OPTIMASI. Aku yang saat itu dinyatakan lolos untuk bidang Matematika sempat merasa senang sekaligus khawatir. Hal yang menyenangkan yaitu karena aku baru mengetahui bahwa selama 2 hingga 3 bulan ke depan aku hanya akan fokus belajar matematika. Hal tersebut sekaligus mengkhawatirkan, meski aku memang sangat suka matematika tapi ya.... biasalah kekhawatiran ABG yaitu waktu untuk bermain dan hiburan haha.Kekhawatiran itu makin memuncak saat tahu bahwa kami harus datang sama seperti siswa lainnya (jam 07.00) tetapi baru boleh pulang setelah jam 16.00.

Minggu, 07 Agustus 2016

Mutiara Ilmu Teknologi Pangan (part 1)

Sudah sekian lama sejak pos terakhir saya di blog ini. Saat ini telah 4 tahun lebih 1 bulan sejak saya diterima menjadi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Ya.. saya sudah sekian lamanya berada disini, dari awalnya yang masih penuh keraguan hingga saat ini saya kembali ragu. Ragu bagaimana saya bisa melepaskan masa-masa indah yang telah saya rasakan disini dan ragu bagaimana nantinya saya mempertangung jawabkan keberadan saya selama ini di kampus rakyat ini. Apakah saya akan dapat mnjadi salah seorang yang mengembalikan segala yang saya terima dengan jalan pengabdian kepada rakyat dan negara atau hanya sekedar penyandang gelar sarjana semata. Keraguan ini semakin nyata saya rasakan.

Hahahaha epik memang, saya membuat akun ini untuk dapat membagi kisah dan perjalanan saya selama menjadi mahasiswa teknologi pangan, namun sungguh ironi saya tidak mampu mengembangkannya selama saya mengecap pendidikan dari masa ke masa. Saya justru baru dapat menulis kembali saat ini setelah tidak ada lagi kuliah yang saya temui. Kini tinggallah saya membuktikan ilmu yang telah saya daoat selama ini melalui penelitian tugas akhir saya dan wujud nyatanya dalam kehidupan saya.

Lalu dimanakah saya selama 2 tahun terakhir ini? Saya tidak kemana-mana. Saya hanyalah mahasiswa biasa dengan kemampuan biasa dan sungguh tidak banyak yang dapat saya banggakan. Lalu kenapa saya seolah menghilang ditelan bumi dan tidak pernah mengepos sesutau di blog? Yah karena terlalu biasanya saya sebagai mahasiswa teknologi pangan, saya hanya sibuk berkutat dengan maslaah tugas, kuliah dan beberapa kegiatan kampus lainnya . Sesekali sibuk pergi bermain dan menghilangkan penat kuliah bersama teman-teman, yang tak jauh-jauh tentunya teman sedepartemen ITP.

Rabu, 02 Juli 2014

Jutaan 'Kebetulan' yang Indah

Saat ini tepat dua tahun tiga minggu sejak gua diterima secara resmi menjadi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Tidak menyangka waktu bergulir begitu cepat. Kalau diingat kembali waktu itu adalah masa paling bahagia yang pernah gua alami. Sejujurnya gua ga pernah punya niat untuk masuk ke jurusan ini. Kalau gua kilas balik dari kecil gua ga pernah punya cita-cita yang jelas, yang gua tahu gua ga pengen jadi dokter dan segala macam yang ada hubungannya dengan kedokteran. Bahkan ketika gua SMA, gua masih belum bisa menentukan jalan hidup gua arahnya kemana. Waktu itu yang pasti prinsip gua adalah no medical no technical. Sampai saat kelas XII, dimana orang2 udah pada sibuk mikirin strategi buat kuliah, sedangkan gua belum mikirin apa-apa, yang ada gua malah jadi setan buat temen2 gua. Sebagian orang pada sibuk mikirin bimbel, sedangkan yang gua lakukan sibuk mempengaruhi temen2 gua biar ga bimbel.. haha.. jahat emang. Gua selalu bilang "ngapain kalian bimbel toh nanti kalian ujian sendiri, paling nyesel kalo kalian lulus undangan". Setelah gua sadari kata-kata gua ini adalah kata-kata paling brengsek yang pernah ada. Buat orang kaya gua yang untung2an bisa lolos lewat SNMPTN undangan yang kalo lewat tes pasti ga lolos karena ga pernah punya persiapan, setelah melihat perjuangan teman2 gua yang dengan penuh tekad buat ikut ujian tulis baik lewat SNMPTN ataupun mandiri dan denger cerita2 mereka bagaimana tegang dan penuh tekanannya hidup mereka saat itu, gua baru nyesel pernah ngomong kaya gitu.

Kamis, 26 Juni 2014

Epik dibalik film "You Are The Apple Of My Eye"

Ini mungkin udah jadi kesekian kalinya gua nonton film "You Are The Apple Of My Eye". Ga ngerti kenapa ini film ga pernah ngebosenin buat ditonton dan selalu berhasil bikin gua tergugah pada tiap part di filmnya....

Menurut gua ini adalah film dengan ending yang unpredictable banget. Tapi ini juga jadi ending paling rasional yang ada...

Kebanyakan film romance, akan berakhir dengan tragis atau happy ending dimana tokoh utamanya dapat ditebak bakal jadian dan hidup bahagia... Tapi ini beda... Dimulai dari pertengkaran kecil, rela berkorban dihukum buat seseorang, lu mulai deket sama dia, belajar bareng, makan bareng, foto bareng, pergi jalan bareng, bikin janji sama-sama, menghabiskan waktu bareng, saling mengkhawatirkan, nangis bahkan ketika melihat bulan yang sama.... tapi pada akhirnya lu ga bisa bersama orang itu... namun apa... kisah itu tetap berjalan dan berakhir dengan indah meski si tokoh utamanya ga harus hidup bersama.


Kamis, 05 Juni 2014

Kisah Para Penyamun

Tanpa terasa kini ku berada di ujung perjumpaan ini, ternyata setahun bersama memberi arti tersendiri bagiku. Lebih dari sekedar tempat untuk bersinggah, lebih dari sekedar tempat berlindung dari derasnya badai, suka dan duka pernah kita lalui bersama dan kalian lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar sahabat, lebih dari sekedar keluarga......

Bila kuingat lagi satu setengah tahun silam, ketika kita mulai saling mengenal melalui acara GARFIELD, ketika itu kita masih canggung satu sama lain hingga kita mulai sok akrab. Hingga suatu ketika, kegelapan mulai menyerang.... (read: Zein) mengajak untuk memulai kehidupan baru meninggalkan ASRAMA dengan mencari kontrakan bersama.... Berawal dari sifat malasku untuk mencari tempat tinggal baru, maka kuterima usulan ini... Disinilah aku mulai mengenal para penyamun-penyamun ini....




Zein aka Adun
Pencetus dari berdirinya sarang penyamun ini, namun dia salah satu yang berkhianat dan kembali di saat yang tidak diinginkan..haha.. Meski bayangan kegelapan ini tidak intens bersama kami, tapi ia banyak memberi arti di kehidupanku. Ya, dialah yang menjebakku dalam sarang nista ini, tapi tanpa kusadari dia pula yang membuatku mengenal dan merasakan indahnya kebersamaan ini. Pada awalnya kurasa dia yang akan mampu membuat kami bertahan, namun.... Meski begitu kau tetap pemimpin kami wahai bapak ketua angkatan










Tyo
Orang kedua yang lahir di sarang penyamun. Dia juga tak mungkin kulupakan, bagaimana tidak, setahun bersama kuhabiskan tiap malamku bersamanya... haha... Kalau aku putar balik waktu, saat itu aku terbilang tanpa sadar terbawa arus hingga harus menjadi roommatenya haha.... Meski orangnya berantakan, urakan, mulut tidak pernah disekolahin ceplas-ceplos dengan membabi buta, tapi ia orangnya amat kreatif dan supel serta cepat menangkap informasi dan merekamnya. Dibalik sifatnya yang kadang bikin jengkel tapi ia juga sumber inspirasi kami... Meski sering bermuka dua dengan mengaku tidak pernah belajar padahal ia selalu belajar dan bersembunyi dari kami, tapi ia sumber informasi terupdate yang ada di kontrakan. Hal apapun dari yang penting sampai amat tidak penting apalagi mengenai artis hollywood dan trend fashion, dialah ahlinya... Meski hingga akhir masih nyebelin, tapi dari rasa sebel itulah aku mengerti arti bahwa kita sudah layaknya suatu keluarga... 

Aufar aka Upay
Dia adalah  salah satu penyamun yang bukan kukenal dari GARFIELD, tapi aku mengenalnya jauh sebelumnya yaitu di kelas TPB. Kalau boleh jujur awalnya aku tidak begitu akrab dengan dia dan merasa kami tidak cocok dari segi pemikiran, tapi seiring berjalannya waktu, ia adalah salah satu sahabat terbaik yang pernah kukenal. Banyak sekali kenangan yang terukir. Keahliannya dalam bermusik menjadi pengisi kekosongan jiwa kami. Ia satu-satunya penyamun yang pernah mengajakku berkunjung ke rumah. Banyak arti kehidupan yang kudapat darinya, bagaimana kita bersikap, bagaimana berbakti kepada orang tua, bagaimana menjadi kakak yang baik, menjadi teman yang selalu percaya dan membantu temannya dan masih banyak lagi. Dia juga menjadi acuanku untuk berprestasi. Meski sering pundung dan ngambek tanpa penjelasan, namun secara kesuluruhan dia adalah sahabat yang baik bagiku.


Gilang
Nah, bapak komti kita yang satu ini, awalnya menjadi rebutan semua penghuni kontrakan, karena dari tampangnya kita pikir dia yang paling rajin baik belajar maupun dalam hal bersih2, namun kenyataannya....... Dia selalu menjadi yang terakhir dalam mengerjakan tugas dan diburu deadline, kamar tidak pernah dibersihkan, kalau habis makan semuanya digeletakin, untung aja ada sekretaris pribadinya yang selalu datang ke kontrakan buat bantu beres2, bantu masak, bantu jahit, bantu pijit, bantu apapun yang perlu dibantu. Tapi kalau dipikir2, semenjak mulai mengenal sang sekretaris, bapak komti jarang bergaul dengan kita, dia selalu balik paling terakhir dan selalu ditengah malam, meski begitu dia juga menjadi panutanku dalam bersikap karena kedewasaan dan ketegasannya dalam mengambil keputusan.





Hamzah
Hamzah, satu-satunya penyamun yang tersesat dari biduk kapalnya. Dia sudah kami anggap menjadi anakITP ke-133. Dia lebih banyak tahu tentang anak ITP dibanding dengan diriku sendiri. Hidupnya yang sederhana tapi amat bersahaja.   Biasanya dia menemani kami menghabiskan malam dengan mengalunkan musik dari keyboard-nya. Dia juga menjadi wadah pelampiasan kami ketika stress, meski demikian dia tidak pernah marah.Tak pernah ada pertengkaran atau dendam darinya kecuali suatu kali.... Kalau diperhatikan dia adalah orang paling sehati denganku karena jalan pikiran dan perasaan kami selalu sama kecuali dalam memilih pasangan hidup.. haha.. Dia selalu membantu setiap kami butuh bantuan,dia tidak merepotkan orang lain kecuali ketika ia sakit. Ketenangan dan ketelatenannya juga menjadi teladan bagiku.



Adan
Orang terakhir yang hadir di kontrakan ini... Andai dia tahu, dia mendapat kamar terkecil karenaku, pasti dia akan berteriak dan memakiku. Meski mulut dan pikirannya kotor, namun dia adalah penghuni yang paling rajin kalau bicara masalah kebersihan. Dialah yang selalu menjaga kontrakan yang busuk ini masih bisa layak untuk dihuni. Dialah sumber kegaduhan di tiap malam. Dan kalau pagi tiba sudah menjadi kebiasaan untuknya mencari keributan denganku. Dengan memulai perdebatan tidak jelas dan dapat  dipastikan akan berakhir dengan jurus pamungkasnya "yang penting gua ganteng" atau "tuhan memang adil" atau "aduh, gantengnya gua" atau "cermin ga penah boong" dan akhirnya membuatku tak bisa berkata apa-apa. Meski ia tidak pernah sadar kalau aku memang lebih tampan darinya tapi kuakui dia orang yang baik, sangat malah. Meski di luar banyak orang yang menganggap ia bersikap buruk, namun banyak kebaikan yang kurasakan darinya, itulah kenapa dia sudah halnya sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Dia orang yang sangat keren apalagi dalam hal berpikir meski kadang bacot doang. Ide-idenya selalu fresh dan visi ke depan darinya yang tak pernah terpikir untuk orang sepertiku serta keingintahuannya yang tinggi dan kemampuan menyerap informasi yang baik. Banyak hal yang kudapat darinya mulai dari menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, orang yang selalu profesional, bisa terlihat busuk di luar padahal sesungguhnya rajin dan pengembang bisnis yang baik. Meski terkesan urakan ala preman pasar tapi tak perlu diragukan masalah kesetian dan keseriusan dalam menjalin hubungan. Tapi satu hal yang juga selalu kuingat darinya, meski selalu berusaha terlihat sangat dewasa, namun ketika di depan orang tuanya, ia menjadi anak yang patuh dan dekat dengan keluarga.


Ternyata mengenal orang-orang ini memberi warna tersendiri di kehidupanku. Banyak sekali hal positif yang kurasakan bersama mereka. Aku menjadi lebih banyak belajar dari mereka. Pembelajaran yang tak akan pernah kudapat di perkuliahan yaitu belajar artinya kehidupan dan arti dari persahabatan dan kekeluargaan.
Kini ku menyadari, hidupku hanya biasa-biasa saja kalau aku tak pernah mengenal kalian. Terimakasih teman, terimakasih sahabat, terimakasih kakak dan adikku, meski kita tidak tinggal bersama lagi, kisah kita akan selalu ku bawa bersama.



Sabtu, 16 Maret 2013

Cowok Nari? Kenapa Ga?

Sebagian cowok mungkin merasa malu kalo dia diminta untuk menari tarian tradisional. Padahal apa yang sebenernya harus menjadi alasan malu? takut dibilang banci kaka? . *Helloooooooooo buang jauh-jauh tuh kalimat kaya gitu. Kita harus bangga karena kita memiliki keahlian dalam menari tradisional demi melestarikan kebudayaan bangsa, beuuh oke gak tuh? ....

Seharusnya sebagai seorang mahasiswa khususnya (harusnya sih berwawasan luas dan ga kolot), ga bakalan yang namanya berpikiran picik apalagi menjudgement seseorang dari kegiatan yang mereka lakuin, dan yang belum benar kepastiannya.

Kalo gue liat orang-orang kaya gitu sih sebenarnya mereka ga open minded banget dah. Menurut mereka kejantanan dilihat dari fisik dan katanya sih kalo suka olahraga.. plese deh... kalo mau dirunut lagi nari itu juga olahraga kali mas...

Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.

Pengertian Olahraga (Menpora Maladi) adalah
Olahraga mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya, cita-cita nasional politik, sosial, ekonomi, kultural dan sebagainya.

Olahraga menurut ensiklopedia Indonesia adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan.

Sedangkan Dewan Eropa merumuskan olahraga sebagai “aktivitas spontan, bebas dan dilaksanakan dalam waktu luang”

Terlihat bahwa menari itu juga satu bagian dari olahraga, tanpa kita sadari, banyak manfaat yang kita bisa ambil dari menari, secara fisik kita terlatih, secara sosial pastinya, tradisi iya lah, nasional juga pastinya.

So... masih salah gitu kalo cowok nari? Jadi buat kalian (red, cowok-cowok khususnya) gk usah malu apalagi gengsi buat nari tarian tradisional. toh gk ada salahnya kan? demi melestarikan budaya bangsa tercinta :D

Senin, 18 Februari 2013

Mantra Para Pemuja Lingkar Hitam


Tiba-tiba saja terngiang sebuah mantra yang tak asing mendengung dan menggema di sela-sela gendang telingaku...

Mantra yang disaat pertama kali aku melafalkannya dan belum lama ini terakhir kali aku lafalkan bersama para pemuja mantra ini (sebut saja komunitas lingkar hitam tak bertuah) masih terasa sama.. selalu dipenuhi dengan deruan tubuh yang tak mampu menahan gejolaknya.. hingga tidak ada selembar rambutpun yang menmpel pada tubuhku tidak terngiang...

Mantra yang dipimpin oleh seorang penyatu dua alam yang berbeda yang kemudian dilafalkan bersama-sama oleh anggota pemuja lainnya... Antara lain bila dilafalkan beginilah mantranya:


Jumat, 01 Februari 2013

Break A little When I Hear "PKn"


Mungkin inilah yang namanya nyesek kali ya???

Ketika kita mengetahui kita gagal hanya karena satu hal... Grrr..

Rasanya tidak akan terlalu sakit hati jika kita memang sudah dipastikan gagal atau berkemungkinan kecil untuk mencapai target kita, namun lain rasanya kalau kita gagal karena sebuah hal kecil yang datang di akhir dan menghancurkan dan mengkandaskan segalanya...

Itulah yang terjadi saat ini, perasaan yang benar-benar berkecamuk dan mengingang di otakku..

Selasa, 01 Januari 2013

Setahun Sudah

Sungguh jalan waktu itu benar-benar takkan pernah bisa dihentikan. 

Hari ini jadi teringat kisah setahun yang lalu. 

Setahun yang lalu, saya masih anak ingusan yang tidak pernah menyadari betapa sempitnya waktu yang diberikan kepada diri kita untuk memperbaiki diri di alam nan fana ini. 

Setahun yang lalu, saya hanya seonggok debu di antara jutaan kotoran dan sampah yang mengelilingi saya. 

Setahun yang lalu saya tidak pernah menatap ke arah depan bahkan belakang, saya hanya memperhatikan yang ada di samping saya. 

Senin, 31 Desember 2012

The Biggest Stories Of 2012

2012 is not a big year but there are big stories behind it.

It start from a big day in 1st January 2012 until the last of the year 31st December 2012. Nothing special, just like usual day however there are big people, big events, big memories, and another big things I had.

In this year I had lost many big things. ln this year I left my big Senior High School Uniform. I lost my big sweet memories in SMA 3 Denpasar. I left many big friends that I loved very much. I left my times to gath around with my big family, I left my big times to hang out with my friends. I lost my big hobby. I lost my big time to recreation. I lost a big freedom. I lost any big things that I ever had.

Sabtu, 22 Desember 2012


Ibu dan Sampah
(Oleh: Imam Perdana Putra)

Ibu...
Pernahkah kau berpikir...
Kau tiada sempurna menjadi seorang ibu

Kau sembilu..
Yang membelah sukma dan jantungku
Membongkar seluruh kebencian dalam sesak nafasku
Menggantinya dengan setiap daging segar kebaikan
Lalu kau sulam dan kau taburkan pengawet
Agar tiada pernah busuk isinya

Kau adalah narapidana..
Narapidana yang tak akan pernah bisa bebas
Karena rantai besi yang kau ikat sendiri dikakimu
Rantai yang kau sebut dengan keluarga

Senin, 17 Desember 2012

Gita Cinta Putih Abu-Abu part 1

Kalau orang bilang masa-masa SMA adalah masa yang tak terlupakan, nampaknya memang benar adanya. Meskipun saya tidak tahu akankah di kemudian hari akan tetapdemikian. Saya yakin setelah tamat kuliah alias sarjana, pasti muncul lagi paradigmabaru bahwa masa kuliah adalah masa yang paling indah. Begitupun setelah kita bekerja maka kita akan merasa masa yang paling indah adalah masa sebelum bekerja dahulu. Setelah menikah, kita akan merasa lebih nikmat ketika masih masa bujang dulu, ketika memiliki anak akan merasa lebih bahagia ketika belum mempunyai anak. Namun apakah pada akhirnya ketika meninggal kita akan merasa lebih indah apabila hidup di dunia? Itulah yang tidak kita ketahui...

Eh, kenapa jadi ngelantur yak.... Yang pasti saat ini saya masih merasa masa SMA adalah masa yang indah. Kalau diibaratkan maka masa SMA seperti gambaran kecil kehidupan kita di masa yang akan datang, dimana kita baru merasakan fluktuatif hidup dipenuhi dengan kebahagiaan kegalauan, keharuan bahkan pertengkaran di antara sesama. Yang namanya cinta bersemi di masa putih abu-abu pun tak dapat dipungkiri. Bagaimana tidak? Orang yang paling dekat dengan kita adalah sahabat kita yang selalu setia menemani dikala suka maupun duka, meski lebih banyak dukanya....

Jumat, 14 Desember 2012

S.U.K.S.E.S

Banyak yang mngatakan ingin kuliah untuk menjadi orang yang sukses? Tapi tidak semua sukses yang dimaksudkan oleh setiap orang memiliki makna yang sama. Bagi sebagian orang sukses dilihat dari kemampuan finansial, disis lain orang melihat sukses dari indikator tingkat kebahagian psikis, namun ada pula orang yang menilai sukses sebagai bahagia baik finansial maupun psikis.

Namun ada hal yang tak pernah kita sadari, kita mampu untuk berkuliah dalam hal ini menunjukkan kita telah mampu secara finansial. Mungkin tidak semua orang berkuliah dengan penghasilan dari orang tua ataupun keringat sendiri, ada yang mendapat beasiswa ataupun karena prestasi dan ikatan kerja dan sebagainya. Nah, hal ini telah menunjukkan secara tersirat sesungguhnya kita telah dalam keadaan bagagia secara psikis.

Rabu, 12 Desember 2012

Galau Tiada Akhir

Beberapa hari yang lalu, dengan tiba-tiba saja perut saya merasakan sakit yang luar biasa dengan indikasi perut kembung, sendawa berlebih dan sedikit mual. Hal ini sering terjadi pada saya sebelumnya, namun ini kali pertama saya merasakannya di asrama. Sungguh menyiksa rasanya, dimana biasanya ketika saya di rumah saya dapat dengan mudah untuk bolak-balik ke kamar mandi untuk sekedar memastikan angin di dalam perut keluar atau persiapan  akan muntah ditambah ada ibu tercinta yang selalu siaga setiap saat, namun sebaliknya di sini rasanya begitu menyiksa karena hal tersebut tidak dapat dilakukan. Untuk pergi ke kamar mandi, terbilang jauh apalagi ketika sakit terasa di tengah malam yang terkadang membuat saya enggan menuju kamr mandi, namun sakit perut dan mual tersebut tak tertahankan dan tak kunjung hilang.

Alhasil saya memaksakan diri untuk tidur meski dalam keadaan yang tidak memadai disertai gerak harmoni sederhana antara saya, kasur, guling, bantal dan selimut untuk saling berganti posisi. Keesokan harinya, tanpa saya sadari seharusnya adalah hari Selasa, dan itu artinya..... jadwal saya untuk mata kuliah olah raga. Ketika saya tengok jam di HP ternyata telah menunjukkan pukul 05.45. Sedangkan kuliah dimulai pukul 06.00. Jujur saja ini menekan batin saya, haruskah saya pergi olahraga atau cukup kembali tidur sekalian mengembalikan keadaan perut seperti sedia kala. Namun, untuk sekali lagi saya baru mengingat ini adalah kuliah terakhir dan berarti ini adalah jadwal pengambilan nilai fisik. Kalau saya tidak hadir, maka saya tidak akan mendapat nilai dan artinya saya harus mengulang mata kuliah ini tahun depan. Tapi kalau saya pergi, apakah saya sanggup untuk mendapat tes fisik dengan keadaan perut yang mem"BERONTAK"

Senin, 03 Desember 2012

Diversifikasi Pangan Berbasis Lokal


Kedeputian Bidang Teknonologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT memiliki tugas mendukung terealisasinya ketahanan pangan nasional serta berupaya mendukung tugas pemerintah dalam program diversifikasi pangan, yaitu yang dituangkan pada Kebijakan Strategis Nasional (Jaktranas) Riset dan Teknologi, Rencana strategis (Renstra) Kementerian Riset dan Teknologi (KRT), dan Kontrak Kinerja Menristek pada KB II 2009 -2014.
Guna melihat dari dekat pengembangan pangan lokal dalam kaitan dengan pelaksanaan diversifikasi pangan di daerah, Deputi Kepala BPPT Bidang TAB, Listyani Wijayanti beserta Direktur Pusat Teknologi Agroindustri (PTA), Priyo Atmaji, Kepala Balai Besar Teknologi Pati (B2TP), Bambang Triwiyono dan staf terkait melaksanakan kunjungan kerja ke Yogyakarta 14-15 September lalu. Adapun destinasi kunjungan adalah Dewan Ketahanan Pangan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PT Kepurun Pawana Indonesia (PT KPI), guna meninjau model pertanian terpadu hulu (on farm) dan hilir (off farm) serta Merica Singkong Resto, pelopor pemanfaatan singkong yang memiliki aneka resep masakan dan menyajikan 78 macam menu dengan bahan baku singkong.

Sabtu, 01 Desember 2012

"ENGKAU" dan aku


Indahnya mentari pagi
Menyinari alam ini
Akankah sinarnya menghilang
Meninggalkan kita dalam kegelapan

Beras Analog, Sumber Alternatif Pangan Karya IPB



Menteri Pertanian (Mentan) Suswono secara resmi meluncurkan beras analog yang berbahan sagu, jagung, dan tepung singkong hasil inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai kebutuhan pokok pengganti beras padi. Bentuknya pun sama seperti beras padi.
“IPB yang menghasilkan banyak model inovasi pangan. Mudah-mudahan bisa dibuat industrinya untuk memperbanyak dan disosialisasikan bahwa beras analog bisa menggantikan nasi yang berbahan dari padi,” jelas Suswono dalam dies natalis ke-49 IPB di Kampus IPB Dramaga, Bogor lalu.
Beras Analog